Home > Action, Military, War > Rambo: Legenda Mercenary

Rambo: Legenda Mercenary

Rambo

Rambo

Siapa yang tak kenal Rambo? Yap, semua orang pasti mengenalnya. Kecuali dia baru lahir belakangan. Rambo yang bernama lengkap John Rambo adalah seorang tokoh tentara bayaran atau Mercenary dari Amerika, dikenal lewat film First Blood. Film Rambo ini sampai franchise ke 4 tetap dibintangi orang yang sama yaitu Silverster Stallone. Film ini adalah film action yang penuh dengan adegan bunuh membunuh secara gerilya. Layar Kotak sengaja mengulas Rambo, karena film-filmnya merupakan film-film masterpiece yang wajib ditonton oleh seluruh penggemar film bernuansa militer dan action.

Rambo First Blood

John Rambo adalah mantan tentara yang ikut berperang di Vietnam. Ia mengerti betul bagaimana wajah perang itu. Rasa sakit kehilangan teman-teman, membunuh orang-orang yang bisa jadi dia lakukan itu karena terpaksa, setiap hari selalu waspada, membuat pikiran-pikiran yang ada di otaknya selalu paranoid. Sebagai ex Baret Hijau, ia telah menempuh berbagai masalah yang harus ia lalui. Rambo ingin mengubur masa lalunya dan ia ingin mencari kedamaian setelah ia harus dibebas tugaskan dari kesatuannya. Ia pun sampai ke sebuah kota. Orang yang telah mendapatkan Medali Kehormatan ini masuk ke kota kecil Hope, British Columbia.

Di kota ini ternyata ia tak disambut baik. Pihak yang berwajib menganggap Rambo bakal mencari huru-hara di kota tersebut. Ia sempat diusir dengan baik-baik oleh Sherrif kota (Brian Dennehy) itu. Tapi Rambo balik lagi, sehingga potongannya yang sangar itu membuat para polisi menginterogasinya. Namun nahas, hal-hal tentang perang membuat Rambo yang sudah trauma makin membuat ia paranoid. Akibatnya ia yang dilakukan dengan tidak adil terhadap aparat berwenang itu pun melumpuhkan salah satu polisi.

Karena takut Rambo pun melarikan diri ke hutan. Para polisi dan Sherrif pun mengejarnya. Namun mereka malah menjadi korban dari jebakan Rambo yang memang ahli dalam perang gerilya. Salah seorang petugas Sherrif yang menaiki helikopter pun berusaha mendesak Rambo sampai tebing jurang. Tapi sayangnya, Rambo melemparnya dengan batu hingga ia terjatuh dari helikopter dan mati. Tentu saja hal ini makin membuat Rambo semakin jadi buronan. Peristiwa ini pun akhirnya sampai di dengar oleh Komandan Baret Hijau, Kolonel Trautman. Trautman berusaha meyakinkan para polisi bahwa percuma menjadikan Rambo sebagai sasaran, sebab ia adalah mesin pembunuh. Ia ingin agar ia sendiri yang meyakinkan Rambo untuk menyerahkan diri dan berdialog dengannya. Namun Rambo menganggap bahwa perangnya belum selesai.

Rambo pun terpojok hingga ketengah hutan. Tepatnya di sebuah bekas tambang. Sebuah roket meruntuhkan pintu tambang, sehingga mereka mengira Rambo sudah mati. Padahal tidak. Rambo menyusuri tambang dan mencari jalan keluar dengan menggunakan obor untuk mencari jalan keluar. Ia pun harus melawan tikus-tikus tambang, untuk bisa keluar dari tambang bekas itu. Sesampainya di luar ia membajak sebuah truk, kemudian memblokade jalan, hingga mendapatkan senjata mesin M60. Ia sekarang berhadapan dengan sang Sherrif seorang diri. Hingga akhirnya sang Sherrif terpojok dan menyerah. Sebelum ia dihabisi oleh Rambo Kolonel Trautman masuk untuk membujuk Rambo agar menyerah karena perang telah usai. Ia menasehati bahwa Rambo telah dikepung oleh polisi. Rambo pun menangis, menceritakan pengalamannya ketika perang, melihat temannya sendiri mati. Ia bilang tak punya lagi tempat untuk hidup, akhirnya ia menyerahkan hidupnya kepada Trautman. Ending cerita Sherrif dibawa ke rumah sakit, sementara Rambo menyerahkan diri di dampingi oleh Trautman, sementara tepukan tangan orang-orang mengirinya.

Rambo II

Sequel dari First Blood, berjudul Rambo: First Blood II. Kita mengenalnya dengan film Rambo II. Franchise kedua ini bercerita tentang John Rambo yang harus menjalani masa tahanannya atas perilakunya di film pertama. Dia didatangi oleh Kolonel Trautman yang menawarkan kebebasan kepadanya, asalkan ia mau terjun lagi ke medan laga. Tugasnya adalah untuk menyelamatkan tawanan perang yang masih terjebak di Vietnam. Rambo bertemu marsekal Murdock (Richard Creena). Rambo diberitahu bahwa misinya adalah untuk memotret tawanan perang bukan untuk membebaskannya, dan juga tidak boleh terlibat apapun dengan prajurit Viet Kong. Tapi Rambo tidak setuju. Murdock pun memberitahu bahwa nanti ia akan dijemput oleh agen yang sudah ditugaskan di sana.

Rambo sampai di hutan, bertemu dengan para agen, dan gadis pedalaman bernama Co-Bao (Julia Nickson) yang sangat ingin pergi ke Amerika Serikat. Rambo menyusup ke camp, kemudian ia berhasil menyelamatkan seorang tawanan. Ketika diketahui ada penyusup pasukan musuh pun memburu Rambo. Rambo dan orang-orang yang dibawanya sampai ke tempat para bajak laut. Namun Rambo, Co, dan para tawanan dikhianati, Rambo bisa menghabisi para bajak laut yang takut terhadap tentara Viet Kong dan mengkhianatinya tersebut. Ia pun sampai ke titik penjemputan namun oleh Murdock ditolak karena takut akan keselamatannya.

Rambo pun ditangkap dan disiksa. Di tenggelamkan di lumpur yang penuh dengan lintah, juga disetrum. Kemudian Rambo pun menyadari bahwa ada tentara Rusia yang bekerja sama dengan Viet Kong. Dan Rambo dipaksa untuk menghubungi pusat komandonya.  Sementara itu Co yang menyamar sebagai pelacur berusaha masuk ke camp untuk menyelamatkan Rambo. Rambo pun setuju untuk menghubungi komandonya. Ketika menghubungi Murdock, Rambo tidak berkata apapun selain, “Murdock, I will get you!”. Secara mengejutkan Rambo pun bisa meloloskan diri dari tempat itu dengan melumpuhkan musuh-musuhnya. Rambo bertemu dengan Co lagi, sayangnya Co tewas tertembak. Rambo pun membunuh semua orang yang mengejarnya. Setelah itu ia mengubur tubuh Co di hutan.

Bala bantuan pun diturunkan untuk mengejar Rambo. Rambo berperang dengan cara gerilya. Ia bisa menghabisi banyak pasukan musuh. Ia pun membebaskan para tawanan dan membajak sebuah helikopter. Dengan helikopter itu pun ia akhirnya menghabisi pasukan musuh dan menghancurkan markas musuh. Ia dikejar oleh tentara Rusia dengan helikopternya. Helikopternya ditembaki hingga berasap. Kondisi helikopternya yang rusak tersebut membuat Rambo tidak bisa terbang dengan baik dan akhirnya mendarat di sungai. Ia pun pura-pura mati, sampai helikopter Rusia mendekat. Ketika mendekat Rambo menembakkan roket ke helikopter itu.

Rambo ke kembali ke markas dengan marah. Ia menembaki markas itu dengan membabi buta. Trautman tidak bisa menolong Murdock, ia menyingkir dan Murdock sangat ketakutan. Rambo pun mengancam Murdock dengan pisau. Rambo meminta agar Murdock mencari para sandera yang ada di Vietnam karena ia tahu masih banyak sandera lainnya yang ada di sana. Trautman pun meminta agar rambo tidak marah. Rambo ingin agar para tentara dicintai sebagaimana mereka mencintai negaranya. Lalu setelah itu Rambo meninggalkan markas tersebut.

Rambo III

Apabila ditanya sebuah negara yang disebut dengan neraka, jawabannya adalah Afghanistan. Petualangan Rambo kali ini adalah di negara Afghanistan. Kolonel Trautman sekali lagi ingin merekrut John Rambo untuk sebuah misi. Rambo sendiri hidup di Thailand bersama para biksu. Sebelumnya adegan awal Rambo terlibat pertarungan jalanan. Sampai sang kolonel menampakkan diri kepadanya.  Misinya adalah untuk menyeludupkan senjata ke para pejuang Mujahidin yang sekarang sedang berperang melawan Uni Soviet. Namun Rambo menolak, ia bilang masanya sudah berakhir. Perangnya sudah berakhir.

Akhirnya Kolonel Trautman pergi tanpa Rambo ke Afghanistan. Namun sayang, ia tertangkap oleh tentara Soviet. Kabar ini pun sampai ke Rambo oleh seorang utusan. Rambo pun tergerak untuk menyelamatkan satu-satunya sahabatnya itu. Ia pergi sendirian ke Afghanistan, tanpa perlengkapan apapun. Ketika sampai di Afghanistan dengan masuk melalui Pakistan, Rambo masuk ke sebuah camp para mujahidin. Kedatangan Rambo diketahui oleh orang Soviet, sehingga orang-orang Soviet pun menyerang perkampungan Mujahidin.

Malamnya Rambo, bersama Mousa dan Hamid (seorang anak kecil)  menyusup ke markas Soviet untuk membebaskan Trautman. Di sini mereka gagal menyelamatkan Trautman dan Hamid kakinya tertembak dan Rambo pun terluka. Mousa dan Hamid dibawa ke tempat aman, dan Rambo harus menyembuhkan lukanya sendiri. Esoknya Rambo berusaha menyelamatkan Trautman lagi. Kini ia melakukannya dengan memanjat tebing. Rambo pun bisa menyelamatkan beberapa tawanan termasuk Trautman. Ia juga berhasil mencuri Hind (helikopter Rusia), namun sayang sekali kondisinya rusak. Trautman dan Rambo akhirnya jalan kaki, dan mereka tetap dikejar-kejar oleh tentara Soviet. Setelah itu para Mujahidin dengan kavalerina dan Rambo berperang melawan Soviet.

Pertempuran yang paling menarik adalah ketika Rambo harus beradu tank dengan Hind. Yang akhirnya dimenangkan oleh Rambo. Ya, di sini seolah-olah Rambo mempunyai God mode. Tank yang besar itu bertabrakan dengan Hind. Hind hancur dan tanknya terguling. Di ending layarnya ada sebuah quote untuk siapa film ini didedikasikan, “This film is dedicated to the brave Mujahideen fighters of Afghanistan”.

Rambo IV

Franchise Rambo ini ternyata tak cuma berhenti sampai Rambo III. Silverster Stallone kembali membintangi film Rambo ini, bedanya adalah dia kini yang memproduseri sekaligus yang menjadi sutradara. Sebagaimana film-film sebelumnya, Rambo di scene awalnya hidup damai. Menjadi bagian dari masyarakat yang luas. Dia hidup di Thailand yang berbatasan dengan Burma. Di awal scene filmnya ada sebuah pemberitaan mengenai pembantaian massal yang terjadi di negara ini. Rambo yang bekerja menjadi penangkap ular cobra ini pun dimintai tolong oleh sekelompok misionaris untuk bisa masuk ke Burma. Awalnya ia menolak, namun bayang-bayang peperangan membuat ia harus menyetujuinya.

Di tengah perjalanan memakai kapal, Rambo dihadang oleh para pemberontak. Para pemberontak itu menginginkan Sarah sebagai jaminan keselamatan mereka. Namun Rambo segera menghabisi mereka semua. Awalnya semua orang tak setuju dengan apa yang terjadi, tapi Rambo menjelaskan kalau mereka tak bisa diajak bicara, bahkan mereka akan menyesal kalau sampai Sarah diserahkan kepada mereka. Karena mereka akan memperkosanya bahkan membunuhnya. Itulah satu-satunya cara yang paling tepat. Setelah Rambo mengantarkan mereka, ia pun kembali. Namun nahas, para misionaris itu pun diserang, beberapa terbunuh dan tertawan.

Setelah 10 hari berlalu dan tak ada kabar, para tentara bayaran pun ditugaskan untuk mencari misionaris yang hilang. Kali ini Rambo harus mengantarkan mereka. Tapi para tentara bayaran ini sombong dan ingin agar Rambo tak turut campur. Para Mercenary (tentara bayaran) ini sampai di sebuah kampung tempat para misionaris tadi diserang. Mereka tak percaya melihat pembantaian tersebut, anjing pun dibunuh, manusia digantung dan dibantai dengan tanpa ampun. Di saat mereka bicara tiba-tiba ada sebuah truk yang membawa tawanan. Para pemberontak pun melempar ranjau-ranjau ke dalam petakan sawah. Kesemua para tawanan itu dipaksa berlari menelusuri sawah tersebut agar mereka terkena ranjau dan mati. Para mercenary ini tak bisa berbuat banyak. Ketika para tawanan itu selamat semua, para pemberontak berang dan ingin membunuh mereka semua. Di saat itulah Rambo muncul dengan panahnya dan membunuh mereka semua. Salah satunya dipanah tepat di kepala dan jatuh ke ranjau. Para tawanan itu pun selamat dan pergi.

Rambo meyakinkan para mercenary bahwa satu-satunya cara untuk menolong para tawanan adalah dengan membunuh para pemberontak itu. Mereka pun berusaha menyusup ke Camp pemberontak dan membebaskan Sarah. Perang gerilya pun terjadi. Mereka bisa membebaskan Sarah, namun beberapa Mercenary tertangkap. Sedangkan Rambo masih harus kabur dari kejaran anjing-anjing pelacak. Akhirnya Rambo memecah grup, ia menyobek baju Sarah untuk diikatkan di sepatunya. Seorang mercenary yang juga sniper menembakkan senjatanya untuk memancing pengejarnya agar mengejar Rambo. Rambo terus berlari sampai menuju ke sebuah bom atom yang tidak meledak di perang dunia 2. Dia memasang jebakan granat kepada kain tersebut lalu berlari meninggalkan tempat itu. Di saat para pengejar dan anjing pelacak mendapati tempat itu, dan menarik tuas granat, meledaklah bom besar tersebut.

Pertempuran pun tak bisa dielakkan lagi, sang sniper berusaha menyelamatkan teman-temannya dan Rambo pun berhasil merebut sebuah senapan mesin setelah memenggal leher orang yang menjaganya. Akhirnya dengan senapan mesin itu ia membantai hampir seluruh pasukan pemberontak. Para mercenary pun akhirnya bisa terbebas dan ikut bertempur. Pertempuran berakhir dengan Rambo memotong perut dari pemimpin pemberontak.

Coming Soon Rambo V

Gossip yang beredar di dunia maya tentang film Rambo V yang sekarang sedang dibuat santer terdengar. Gosipnya cerita Rambo V nantinya adalah tentang Rambo yang menghadapi sekawanan kelompok militer yang memiliki teknologi canggih. Rambo melawan mereka dengan menggunakan taktik gerilya seperti film-film sebelumya. Rumor pun masih dipertanyakan tentang kapan film ini nantinya rilis. Yang jelas tahun ini film militer yang terbesar adalah The Expendables 2 yang dibintangi dan disutradarai juga oleh Silverster Stallone.

Others

Begitu banyak franchise Rambo ini, mulai dari film, action figure bahkan game. Game-game buatan SEGA dan NITENDO pernah membuat game dengan judul Rambo, Rambo II dan Rambo III. Game ini sempat populer di tahun 90-an. Bahkan juga dibuat dalam bentuk mesin arcade (ding-dong) yang dulu masih menggunakan uang Rp. 100,-. Aktor laga Silverster Stallone pun lewat film Rambo ini mulai dikenal sebagai aktor yang mempunyai badan kekar, selain di filmnya Rocky. Sebelumnya ia pernah bermain di salah satu film porno, namun ada produser yang tertarik dengannya dan akhirnya bermain di film Rocky, lalu bermain di film First Blood. Setelahnya Stallone lebih terkenal dalam film-film yang menunjukkan otot dan drama.

Tahukah Anda bahwa Stallone melakukan suntik hormon ketika bermain di film Rambo IV? Namun dia mengatakan sama sekali tak ada efeknya, sebab sampai usia berkepala 6 ia masih tetap vit seperti orang berusia 50-an. Semakin tua, semakin berjaya, itulah yang bisa dikatakan kepada aktor ini.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan komentar dong bero

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: