Home > Detective, Serial > Sherlcok Serial BBC

Sherlcok Serial BBC

Sherlock

Sherlock

Siapa yang tidak kenal dengan Sherlock Holmes. Seorang konsultan detektif yang mempunyai otak jenius dengan bakat cemerlang semenjak ia kuliah. Ia selalu ditemani Dr. John Watson, partner sekaligus satu-satunya sahabatnya. Kalau Anda pernah membaca novel karangan Sir Arthur Conan Doyle ini maka anda akan mengenal sosok Holmes yang perawakannya kurus, jakung, rambut lurus, sangat sarkastik, arogan, pandai berkelahi, namun punya kejeniusan luar biasa dalam memecahkan banyak kasus. Ia juga bekerja sama dengan inspektur Lastrade untuk memuluskan jalannya dalam mengatasi segala penghalang saat dia memecahkan banyak kasus.

Kalau Anda pernah melihat serial Sherlock Holmes di tahun 1980-an, maka anda akan dapati serial dengan plot yang hampir sama dengan novelnya. Setting di Inggris tahun 1890-an dengan berbagai budaya dan kondisi Inggris saat itu yang baru saja masuk revolusi Industrinya, membuat film serial tersebut sesuai dengan novelnya. Sekalipun sebelum-sebelumnya ada banyak film-film Sherlock Holmes yang dibuat dari mulai film bisu, hitam putih hingga saat itu. Namun ketika Anda melihat film serial Sherlock yang dipublikasikan oleh stasiun TV BBC, maka Anda tidak akan mendapati hal tersebut.

Serial ini bersetting modern. Di mana Anda akan melihat Sherlock ke mana-mana membawa Blackberry. Anda juga akan mendapati taksi yang biasanya dipakai oleh Sherlock bukan kereta kuda lagi melainkan mobil. Namun dengan kemoderenan ini tidak mengubah sedikit pun ciri-ciri Sherlock sebagai seorang detektif ulung. Serial ini ketika tayang perdana langsung memikat jutaan penonton, tidak hanya di Inggris saja tapi di seluruh dunia.

New Visions

Kalau kita biasanya disuguhkan seri Sherlock ini dari sudut pandang Dr Watson, maka kali ini kita benar-benar disuguhkan dari pandangan Sherlock. Jadi kita akan melihat bagaimana Sherlock mengamati orang-orang yang ada di sekitarnya. Kemudian ia menjelaskan kenapa bisa begini dan begitu. Tentunya hal ini akan membuat kita tertarik terhadap cara deduksi yang sesungguhnya dari seorang Sherlock.

Tak perlu risau dengan kemampuan Sherlock berkelahi. Sherlock versi ini sangat pandai dalam berkelahi. Walaupun mungkin terkadang ia harus jatuh bangun melawan serangan yang mendadak dari tokoh-tokoh antagonis. Dan di serial ini pun peran Watson sangat besar. Ia beberapa kali membantu Sherlock dalam setiap aksinya, termasuk ketika harus menembak salah satu pelaku karena akan mengalahkan Sherlock. Di serial ini pun Anda akan dihadapkan kepada teknologi-teknologi juga berperan untuk melakukan sebuah kejahatan, jadi Sherlock jaman modern ini bukan saja pintar dalam menganalisa sesuatu, ia juga harus pintar dalam memecahkan teka-teki dengan menggunakan teknologi-teknologi, maupun kombinasi komposisi zat kimia.

Sherlock tetap arogan, sebagaimana yang Anda dapatkan pada novel dan serial-serial Sherlock sebelunya. Hanya saja mungkin bentuk fisiknya kali ini tidak seperti Sherlock aslinya. Memang Sherlock kali ini dibuat dengan bentuk yang baru, namun tetap ciri-ciri sebagai seorang ahli deduksi nomor satu di dunia tidak akan luntur dari konsultan detektif ini.

Still the Great Vilain

Musuh besar Sherlock tetaplah Moriarty. Kalau di novelnya Anda akan mendapati bahwa Moriarty adalah seorang Professor matematika yang sangat lihai dalam lolos dari satu kejahatan ke kejahatan yang lainnya. Demikian juga Moriarty yang ada di serial ini. Sama dinginnya, sama brutalnya, dan sama kejamnya. Ia tak segan-segan menggunakan orang-orang yang tak bersalah untuk memuluskan aksi jahatnya. Moriarty di serial ini dikenal dengan konsultan kriminal. Jadi ia menerima klien-klien yang ingin melakukan tindak kejahatan dengan imbalan yang tidak sedikit.

Dari sinilah Sherlock melakukan permainan kucing-kucingan dengan Moriarty, bahkan ia sampai berkali-kali hampir mati. Korban yang berjatuhan dari permainan ini pun tidak sedikit. Di serial ini juga ditampilkan tokoh legendaris serial Sherlock Holmes yaitu Irene Adler. Irene Adler adalah satu-satunya wanita yang mampu menarik hati Sherlock, karena selain kepiawaiannya dalam mempengaruhi orang lain, ia juga orang yang pertama kali menang dalam bertarung melawan Sherlock. Mampu menjebak Sherlock. Namun pada akhirnya ia pun harus rela mengakui bahwa ia jatuh cinta kepada Sherlock, bukan sebaliknya.

Campaign

Salah satu kampanye besar sebagai sebuah imbas dari ending serial Sherlock season 2 adalah I Believe in Sherlock Holmes. Kampanye ini telah tersebar di mana-mana. Kalau Anda menyaksikan sebuah situs ibelieveinsherlock.tumblr.com, maka Anda akan dapati poster-poster yang mendukung Sherlock Holmes. Ada apakah sebenarnya? Sedikit spoiler. Di ending season 2, dunia tidak percaya kepada Sherlock dan dikatakan bahwa Sherlock adalah si Jenius Palsu. Satu-satunya yang percaya kepada Sherlock hanyalah Dr Watson, namun yang tertinggal oleh Sherlock adalah sebuah makam yang nisannya bertuliskan Sherlock Holmes. Seluruh media mengatakan bahwa Sherlock-lah yang telah membuat kejahatan-kejahatan yang kemudian ia sendiri yang memecahkan kasusnya. Apakah Anda percaya hal itu? Kalau Anda tidak percaya ikutilah kampanye ini.🙂

Ibelieve

Ibelieve

Tidak cukup kampanye, untuk membuat serial ini serasa real, pihak produser pun membuat blog dari Sherlock, Dr Watson dan juga Molly Hooper. Dan juga website-website yang lainnya. Dan percaya atau tidak situs-situs ini sangat berhubungan dengan film Sherlock ini. Apa saja situsnya?

Dr John Watson’s Blog (merupakan blog pribadi Dr. John Watson)

The Science of Deduction (merupakan blog pribadi Sherlock Holmes)

Molly Hooper’s Blog (blog pribadi Molly Hopper)

The Actors and the Actress

Benedict Cumberbatch sangat cocok dalam memerankan seorang Sherlock. Wajahnya yang dingin, sedikit humor dan arogan tampak pas ketika memerankan seorang sosok detektif ini. Rekannya Dr Watson diperankan oleh  Martin Freeman yang akan menjadi Bilbo Bagins dalam film The Hobbits yang merupakan salah satu prequel dari film The Lord of The Rings mendatang. Steven Moffats dan Mark Gattis (yang juga berperan menjadi Mycroft Holmes–kakak Sherlock Holmes–dalam film ini) membuat film yang sangat bagus. Banyak film seri ini menuai pujian dari para kritikus.

Awalnya Layar Kotak meremehkan seorang tokoh seperti Molly Hooper yang diperankan oleh Louise Brealey,  namun penulis yakin ia yang menjadi kunci dari ending dari season 2 serial ini. Kenapa penulis bilang begitu? Tidak menarik kalau penulis jelaskan karena itu akan jadi spoiler.🙂

Rupert Graves berperan dengan baik sebagai Inspektur Lestrade. Dia memang kelihatan agak sedikit bodoh, walaupun ingin bisa bersaing dan menyaingi Sherlock. Beberapa kali adegan yang terkadang membuat ia kelihatan bodoh adalah merasa mendahului Sherlock namun ternyata Sherlock sudah jauh di depannya. Ia sangat bangga ketika memakai obat penenang lebih banyak daripada Sherlock.

Still Continues?

Serial ini layak ditonton bagi Anda pecinta serial Detektif. Serial ini akan memberikan Anda gambaran yang lain tentang seorang detektif yang punya berbagai masalah pribadi dalam dirinya. Serial ini juga akan mendapati Anda bahwa kesabaran seorang Dr. Watson yang mempunyai seorang shahabat yang Sociopath. Tentunya serial ini penulis harap akan terus berlanjut sekalipun dalam setiap seasonnya hanya ada 3 episode. Jutaan fans Sherlock Holmes menanti kelanjutan serial ini, dan harapannya, tahun depan BBC akan menayangkannya lagi.

Crew

Cast: Benedict Cumberbath (Shelock Holmes), Martin Freeman (Dr John Watson), Rupert Graves (DI Lestrade), Mark Gatiss (Mycroft Holmes), Una Stubss (Mrs. Hudson), Andrew Scott (Jim Moriarty),  Louise Breally (Molly Hooper)

Created By: Steven Mofats, Mark Gatiss

Directed By: Paul McGuigan

Original Idea: Sir Arthur Conan Doyle

Categories: Detective, Serial Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan komentar dong bero

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: